Berbincang pada Langit

Sabtu, 28 Desember 2013 0 komentar

Aku yg Diam,
lalu lupa,
lalu hilang
Aku yg bodoh,
membodoh,
dibodoh
Aku yg meleleh,
membasah,
menderai
Kapan Kamu yg merasa,
terasa,
berasa
KapanKamu yg berkata,
berbilang,
berucap
Sedang kamu
Hanya diam,
lalu melihat,
kemudian meninggalkan.

Berbincang pada langit

Published with Blogger-droid v2.0.10

Kamu dan sekitar

Selasa, 24 Desember 2013 0 komentar

Mengapa engkau masih termangu,
Diam penopang dagu,
Sedang sekitarmu bergerak begitu cepat.

Mengapa harus berjalan,
Perlahan,
Sedang sekitar berkejar-kejar saling buru.

Jangan nanti, tapi saat ini.
Ada yang tetap bergerak, walau kau ingin tetap diam.

Published with Blogger-droid v2.0.10

Berbincang

Senin, 16 Desember 2013 0 komentar

Andai hujan bisa menghapusnya,
Perbincangan malam tentang langit serta luar luar-semesta
Tentang terka dan reka
Tentang harap dan pengharapan.
Ajari sepasang sayap rapuh tuk tetap terbang bersama angin.

Published with Blogger-droid v2.0.10

Semoga saja bisa lupa

Kamis, 28 November 2013 0 komentar

Bukan sibuk,

Aku sedang memilih Diam,

Diam dalam kosong,

Semoga lupa, sebermula malam bantal yang basah entah sebabnya,

Semoga lupa, lemas badan entah konsumsi apa,

Semoga lupa, tanya yang tak berjawab semuanya,

Semoga lupa, meraka menatap dengan kerut kening tanpa kejap,

Semoga lupa, apa saja,

Bukan sibuk, tapi hanya ingin diam Tuan,

Itu Saja

Published with Blogger-droid v2.0.10

Setelah hujan

Rabu, 27 November 2013 0 komentar



Belum juga kering sisa hujan,

kini basah lagi dengan derai yang berbeda,

Siluet dalam kabut,

tak pernah jelas hingga hilang dan terlupa,


Kemana perginya jejak yang dulu ada,

Hilang, deras hujan sesiang tadi menghapusnya,

menyisakan tanda tanya, harus kemana lagi berjalan?

Sekelabat ingatan tentang tujuan muncul perlahan,

namun mengapa bukan jelas terlihat, makin hablur,

dan kini, harus kemana lagi berjalan?

teruntukmu tujuan yang menghilang dalam derai hujan.




Bu, Bolehkah?

Selasa, 26 November 2013 0 komentar



Bu, Bolehkah aku berkisah padamu?
Tentang bulir-bulir hujan yang bernyanyi sedih,
Kisah mentari yang gugur dalam petang,
Kisah purnama yang diam dalam malam.

Bu, Bolehkah aku bercerita?
Cerita tentang pagi yang berpupur kabut,
Tentang gaduh suara langit senja,
Tentang bintang yang berkejab padamu,
Tentang mimpi dalam bayang Subuh.

Buku kecil ku hampir penuh, sedang sebait dari kisah belum juga ku bacakan padamu,
Dan kini, Aku terdiam dalam malam, memandang waktu kian menjauh.

Bu, ajari aku memahaminya,
Tujuan yang harusnya pasti dalam kepastian tanpa ketegasan yang pasti,
Perbincangan langkah yang semakin kosong,
Perjuangan melewati masa kian terseok dengan prinsip yang memudar,
Memahami waktu yang kian jelas menggerus jejak.

Bu, bolehkah kita berbincang [lagi]?


Bendera Putih

Minggu, 24 November 2013 0 komentar

Ku angkatkan bendara putih untuk tiap Prinsip itu,,
Yang gugur dalam ketidakberdayaan waktu,,,
Yang lebur bersama hujan,,,
Dalam pertempuran drama yang kau susun begitu apiknya,,,
Haruskah aku melawan lagi?
Sedang semuanya binar di kelopak mata,,
Begitu jelas, tanpa kamuflase
Apakah aku harus mengangkat senjata dan berdamai pada tiap kakacauan,
Sedang Panglima perang dengan gagah menoreh tandatangan pemberontakkan,
Kapan kudeta itu dtg,,,kau yg tahu bung!!

Aku hanya prajurit dari komitmen yang kau cetuskan,,
Bung,,katakan kalau aku telah kalah

Published with Blogger-droid v2.0.10

7 years With You

0 komentar

Waktu, kadang engkau begitu kejam pada bumi,
Tak membiarkannya lebih lambat sedikit saja,
Tujuh tahun itu begitu cepat berlalu ketika aku mulai meraba kembali potongan ingatan tentang aku dan mereka dalam kisah yang tak terbayang sebelumnya.
Mungkin ada sebahagian mereka yang mulai berpantomim dalam hati, tentang waktu yang kan terasa lambat dalam kisah drama buatan manusia ketika itu.



Dan waktu, masihkah kau simpan?
Dalam tiap langkah itu, ada makna.
Dalam tiap teriakan itu, ada yakin.
Bahwa drama akan lekas selesai.
Bahwa drama ini akan aku dan mereka mainkan dengan cerita yang indah pada waktu yang dinantikan.



Dan waktu, masihkah kau selipkan?
Dalam perjalanan itu, bebatuan yang menghalang, Ingin kami singkirkan dalam balutan kebersamaan, kekeluargaan, suka cita.
Ada derai yang tertahan namun akhirnya meleleh,
Dan mereka ada memberi pelukan, berbisik lirih pun teriakan
“SEMANGAT!!”




Dan kau waktu, begitu pintar membuat kami tersenyum hari ini, mengenang tiap detail drama itu, tiap detail perjuangan itu, tiap detail langkah itu.

Aku, kamu, kita, pun mereka,
Punya bagian naskah yang tak kalah hebat dari yang lainnya,





“Kita Sang Pemenang, dari satu Ujian yang penuh Perjuangan”
“Kita lah yang Terpilih, menjadi yang Terbaik”








Torehan tinta yang tak seberapa bermakna jika ingin ditukar dengan waktu yang kita lewati bersama.
Kawan, sejauh apapun langkah kaki. Seluas apapun benua.
Sang waktu, tak akan menggerus ingatan bersama kalian.








#moment19November

Dia yang ku kenal dari[Mu]

Sabtu, 16 November 2013 0 komentar


Aku mengenal dia tak begitu lama,
Barjabat dalam malu, senyum penuh tanya,
Dari rautnya, ada binar sabar yang tak terhingga,
Dari senyumnya ada sayang yang tulus,
Aku mengenalnya darimu yang menyayanginya.

Tak lama bersamanya,
Tak lama berbincang dengannya, tentang hal yang sungguh ingin ku tahu,
Tentang ia dan dirimu,

Masih begitu banyak cerita yang ku tahu darinya,
Masih ingin berbincang dengannya,
Masih ingin belajar darinya,

"Bu, beritahu aku cara menghadapinya, dengan bijakmu, dengan sabarmu, dengan kasihmu"
"Bu, bolehkan aku berbincang denganmu walau dalam mimpi saja?"

Dia seorang yang luarbiasa,
Terimakasih telah mengenalkan dia padaku.



Infinitas Rasa [Lelah]

0 komentar

Ada lelah terasa,,,
Berharap kau paham, namun tidak pula,,,
Sekuat apapun usaha,
Selelah apapun berucap,,
Angin pun membawa,,tidak ke telingamu bahkan hatimu,,
Ketegasanmu,,aku butuh,,
Bukan ucapan janji,,tapi butuh jaminan yang pasti,,
Percaya itu menipis,
Jujurmu itu sepersekian detik menghilang,,lenyap,,
Kau ungsikan kemana aku,
Jika pajangan lapuk itu aku, maka buang sja,,

Published with Blogger-droid v2.0.10

Kau yang bertameng

Minggu, 03 November 2013 1 komentar

Apatis kini,
Aku bisa lebih apatis,
Tak peduli dengan segala urusan,omongan,perbuatan,
Hingga jengah mereka,
Lelah sobat,
Bermain dengan sandiwara yang tak ada titik balik,
Yang dimainkan hanya membuat saraf hilang kendali,
Kau tak lelah berbohong?
Tapi sudahlah, semakin liar dan tak terkandali semua omongan,perbuatan,
Pun semakin apatis yang kau dapatkan,sobat.

Yah,kemarin,
Semua kata ku dengar bijak,
Bak pujangga kawakan dalam bertutur kata,
Tapi semakin lama,
Bedebah! Permainan busuk yang terselubung,
Menyerupai domba bertaring musang,
Dan, dengan asiknya bermain di halaman rumah,

Bertarunglah dengan benar,
Jangan kau gunakan senyum manis dan muka yang perlu iba, serta rayuan centil tuk melumpuhkan lawan.
Penghianat!

Mungkin dahulu, lakumu bisa termaafkan,
Barkata A kemudian B, aku mafhum,
Tapi kini,
Ah sudahlah, lakukan saja apa yang menurutmu benar sobat!
Terus saja berada dalam tameng buatanmu,
Karena dengan begitu, semua orang, pun aku,
Tak pernah tahu betapa kejam dirimu.

Published with Blogger-droid v2.0.10

tanpa nama

Jumat, 04 Oktober 2013 0 komentar

Who??
Kamu itu siapa??
Katamu kau tak ingin menangis, tapi liat sekarang siapa yang kini menangis tersedu.
Katamu kau seorang yang tak mau menyerah
Are you a fighter??
Apa yang ingin kau perjuangkan??
Katamu ingin memperjuangkan harapan.
Harapan mana lagi yang ingin kau perjuangkan?
Kamu terlalu munafik
Bersembunyi dengan topeng, berkamuflase.
Menjadi seorang pecundamg di daerah pertahananmu sendiri
Berjibaku dengan keasikanmu sendiri menghapus trauma yang tak bisa kau hilangkan
You alone
Tak ada yang mau mendengarmu
Melihatmu sejenak kemudian pergi, sembari mencomooh dirimu tanpa kau peduli
Who are you?
Atas nama sebuah trauma,,beritahu padaku siapa dirimu?
Published with Blogger-droid v2.0.10

Tanpa Judul

Selasa, 01 Oktober 2013 2 komentar

Siapa aku??
Pertanyaan ini ku tujukan padamu, wahai lelaki yang dengan begitu gagahnya berkata janji.
Mengapa seperti ini??
Pertanyaan ku utarakan lagi untuk lelaki yang kepadamu ku hadiahkan sebuah harapan utuh.
Masihkah didengarkan?
Tiap perkatakan yang didalamnya ku sematkan beberapa marah, setengah takut,dan kepedulian masihkah dipedulikan.
Beritahu aku,jika telah kau temukan jawabannya.
Sepertinya engkau masih saja bergelut dengan ketidakpastian.
Aku mafhum, ini mungkin terlalu frontal,,
Hanya ingin kau mengambil keputusan, bukan menghablurkan.
Tanpa kamuflase.
Published with Blogger-droid v2.0.10

Pesan Kecil untuk Tuhan

Jumat, 27 September 2013 0 komentar

Tuhan yang Maha Pengasih,
Engkau Yang Maha Tahu segala yang terjadi pada hamba-Mu
Bolehkah ku titip pesan untuk-Mu??
Bahagiakan ia yang membuat terluka,
Beri ia senyuman selalu tuk pengganti derai yang ia buat.
Sejukkan hatinya sebagai pengganti luka yang dibuatnya.
Bahagiakan ia,,lindungi ia,,
Biarkan ia kembali sadar,,
Bahwa Engkau itu Ada.
Published with Blogger-droid v2.0.10

Dia [masih] Segalanya

Sabtu, 21 September 2013 0 komentar

You are my,,,,


Tanpa sadar, waktu berjalan beriring cerita yang entah telah berapa banyak.
Dan Engkau, masih saja setia bertanya “sayang, apa kabar hari ini?”

Dia, seorang yang luarbiasa.
Begitu banyak kata indah untuk mengungkapkan betapa indahnya Dia.
Berkatnya, seorang  yang tak berdaya mengenal kata 'berjuang'.
Perjuangannya, tak pamrih, tak lelah,
Berkatnya, jejak-jejak baru terlahir.
Berkatnya, ada kisah baru yang terekam,
Berkatnya, ada semangat yang makin bergejolak.

Kata mereka, Dia seorang yang berjuang sungguh, begitu tangguhnya Dia,
Hingga suara kecil dari si mungil terdengar dalam ruang.
Walau tak melihatnya, terasa yakin, akan senyumnya yang ikhlas kala itu.
Senyum bahagia, perjuangannya tak sia-sia.
Si mungil telah penghirup udara dunia.

Sekelabat ingatan, bagaimana Dia menenangkan,
Bagaimana Dia tetap tersenyum walau lelah raganya.

Kini, sosok mungil itu telah mampu berpijak dengan kakinya,
Berjalan, menjejaki negeri, begitu jauh darinya.

Dia malaikat yang dikirimkan Tuhan,
Yang di kakinya janji Tuhan akan Surga.

Jauh darinya di negeri perantauan, namun kasihnya begitu dekat.
Wahai engkau Wanita yang luarbiasa, aku merindukanmu.
Dan aku percaya Allah selalu bersamamu.
Wahai engkau wanita yang luarbiasa, terimakasih telah mengajarkan banyak hal,
"Jangan menyerah sebelum kau mencoba" you always said that.

Wahai Wanita yang luarbiasa,
Umur si mungilmu makin bertambah, harapan besar baginya, bisa memberikan yang terbaik tukmu selalu.

“Ma, I love you”


mam n me

#1

Selasa, 17 September 2013 0 komentar


kata kecil terucap seadanya
ungkap rasa dari ketidakmampuan
terbatas tuk banyak hal yang kadang lumrah



Would You?

0 komentar

http://pinkheartluhv.deviantart.com/art/I-Remember-The-Times-We-Had-185261433
by pinkheartluhv

Maukah engkau jika suatu saat aku terlupa??
Ingatkan aku
"Bagaimana awal mengenalmu"
"Kapan pertemuan pertama kita"
"Bagaimana pertemuan kita"

Ingatkan pula, jika mungkin aku lupa
"Kisah perjalanan kita yang begitu menarik"
"Kisah bagaimana kita bersama"
"Kisah jika kita saling berdiam, marah"
"Kisah lucu tentang kita"

http://annisarahmah-dongenglangit.blogspot.com/2012/12/bahwa-cinta-adalah-keberjodohan-rasa_27.html

Mungkin khilaf terlupa,
Mungkin perlahan tak lagi terekam di benak ini,

Maukah engkau setia bercerita tentang semuanya padaku, tanpa lelah, jika aku benar terlupa suatu ketika??



#tukmu yang mulai terlupa (Alzaimer)

KATA

Sabtu, 14 September 2013 0 komentar


Karena diam,
Karena kata adalah salah,

Biarkan kata redam bersama derau.

Hadiah

Selasa, 10 September 2013 2 komentar



Sebongkah harapan dijadikannya hadiah,
Dibalutnya dengan apik,
Hey,,sungguhkah hadiah itu?
Apa benar hadiah itu?
Tunggu,,itu sebuah hadiah yang sungguh menawan,
Sekali lagi bertanya, benarkah hadiah itu?
Tak salahkah tujuan penerimanya?
atau tanpa sengaja terlihat, hingga tak lagi tega untuk berkata "Ini Bukan Kepunyaanmu"

Tapi kenapa? kenapa pula balutan yang manawan itu tetap diberikan.
Mungkinkah sebagai kado tuk keistimewaan yang dinanti.
Atau hanya sebagai tanda mata penghias cerita.

Kemarin, hadiah itu hanya terlihat oleh penerimanya.
Tapi hari ini, bukan hanya penerima yangg tahu, pun mereka yang tak menaruh peduli.
Kini bukan lagi tentang bungkus hadiah yang begitu apik,
Tapi, apa yang menjadi hadiahnya.

Sungguhkah itu di alamatkan dengan benar??
ataukah, ada seorang lain yang sepatutnya hadiah itu diberikan



#Kepadamu hati,,biarkan hujan menggerus tanya yang entah kapan bisa menerima jawabannya.
#Kepadamu hati,,titipkan salam tuk harapan yang masih ingin berpaca dalam nyata.

Malam ini dengan hujan

Rabu, 07 Agustus 2013 0 komentar

Hujan...
Malam ini kau begitu romantis, dan juga menyayat hati.
Nampaknya kamu telah tahu, setelah tawa itu ada derai yang datang tanpa permisi.
Sepertinya kamu pun tahu,
Kerasnya hati tak bisa kau luluhkan dengan dingin hembus angin.
Hujan,
Apa yang dapat ku perbuat tuk menanggalkan jubah ego yang melekat pada hatinya?
Terlalu kuat, pun intan tak mampu.
Kapan ego itu bisa luruh, bisa lembut seperti talk?
Hujan,
Izinkan derai mengalir malam ini,
Larutkan bersama deraimu,
Sembunyikan bersama nyanyianmu malam ini.
Hujan,,
aku ingin melihat pelangi esok hari.
#29ramadhan dgn dia yg tak paham mengapa derai mengalir tersembunyi, yang tak paham, mengapa diam lebih disukai
Published with Blogger-droid v2.0.10

I Wanna Be

Selasa, 25 Juni 2013 0 komentar





Jika kau bertanya padaku "kau ingin menjadi apa??"
aku kan menjawab, "banyak"
aku ingin menjadi angin. Kau tahu angin bukan? Buat ku itu keren, bisa bergerak kemana saja. Kau hidup dengan angin kan, bayangkan jika tak ada angin, kau takkan bisa bernapas. Angin itu baik, tanpanya takkan ada warna warni bunga yang kau sukai, ia membantu tuk menghasilkan warna baru bunga. Angin itu keren, tanpa angin kapal-kapal nelayan takkan bisa berlayar, angin menuntun kapal tuk melaju di lautan.
Aku ingin menjadi pohon. Pohon itu cantik, warna hijaunya menyejukkan. Cobalah duduk di rindangnya pohon, kesejukan kan kau dapatkan, akarnya yang kuat mampu menahan laju air, bayangkan tanpa pohon, banjirlah selalu.
Aku ingin menjadi burung. Dengan sayap, aku bisa terbang kemana saja aku inginkan, melayang bebas di birunya langit, mengepakkan sayap menuju batas cakrawala. Burung itu penjelajah yang hebat.
Aku ingin menjadi bintang. Bintang itu indah, pemberi keindahan pada gelap langit malam. Ia pun tak bergantung pada yang lain, menghasilkan cahaya sendiri tuk bisa tetap berpijar.
Aku ingin menjadi banyak hal :)

Jika ku bertanya "apa yang kamu suka??"
aku akan menjawab "banyak"
Aku suka laut. Laut itu luas, tenang dan menenangkan, birunya mempesona. Banyak cerita dari laut. Semua air dari daratan pun menuju ke sana, debur ombaknya sungguh menenangkan. Aku ingin hatiku seperti laut, luas, hingga aku bisa lebih bersabar.
Aku suka langit, langit itu juga luas. Luasnya tak terhingga. di atas langit, masih ada langit. Di langit ada bintang, ada pelangi, ada bulan. langit juga ternyata berwarna biru :)
Aku ingin hatiku seperti langit, luas, hingga aku bisa ikhlas dengan apa yang diberi Tuhan padaku.

Aku, langit dan lautan...Indah bukan. :)

Satu cerita dari pagi

Sabtu, 22 Juni 2013 1 komentar



Kau pasti sepakat denganku, dengan kesimpulanku, kalau hari ini dimulai jauh sebelum kau membuka mata dan mengatakan selamat pagi serta mencium keningku, ketika terbangun hari ini.

Kepadamu aku mengalamatkan tulisan ini. Hari ku dimulai dengan senyum paksa yang merekah simpul di bibir ku. Mood ku hari ini lebih buruk dari yang kau perkirakan.
Aku memaki, menghardik, marah.
Aku ingin teriak, berteriak di hadapanmu. Namun, yang kenyataannya respons dari otak ku terhadap keinginan hatiku adalah DIAM. Dan berderai pula airmata ku.

Sebuah tontonan bagus hari ini, menemani kesal ku.
Pergumulan Lebah tanah (Ofu kata orang dari daerah ini) dengan Belalang kayu (entah apa sebenarnya nama belalang itu, aku lupa menanyakannya). Pergulatan mereka membuat ku berhenti sejenak tuk berfikir marah, kesal. Otak ku meyuruh tubuh untuk menikmati pergolakan itu.
Fight fight fight. Si belalang kayu mencoba untuk tetap berjuang, bertahan, melawan beberapa kali. Badannya remuk, sayapnya patah. Namun, ia tetap berjuang untuk hidup.  Lebah tanah itu tak tinggal diam, makin berontak si belalang kayu, makin ganas pula si lebah tanha melakukan penyerangan. Sengatan lebah tanha makin bertubi-tubi, tak beri ampun.

Tak butuh waktu lama, belalang kayu tak mampu melawan lagi. Ia menyerah. Namun, dengan sisa-sisa tenaga miliknya, ia masih ingin tetap berlari. Tangannya perlahan menggapai rerumput di sekitarnya. Pergulatan itu tetap berlangsung.

Alih-alih melumpuhkan belalang kayu hingga tak berkutik. Lebah tanah kedatangan tamu. Pemangsa baru yang sedari tadi memperhatikan pergulatan lebah tanah dari jauh. Tak terelakkan. Tamu yang datang lebih besar darinya. Cicak tanah (sekali lagi, mungkin itu benar namanya) datang mengganggu, mengambil alih santapan lebah tanah, dan menyingkirlah lebah tanah.

Malang sungguh nasib belalang kayu, telah remuk redam badannya oleh pergulatan dengan lebah tanah, kini ia harus berhadapan lagi dengan cicak tanah. Tak mampu lagi ia melarikan diri. Tenaganya telah habis terkuras, badannya tak mampu lagi, sayapnya patah.
Kini belalang tanah pasrah, dua cicak tanah membabi buta. Ia benar-benar pasrah. Hidupnya berakhir terlahap dua cicak tanah.


Sebuah tontonan pagi yang galau. Kau menyimak cerita ku bukan?? Kau menikmatinya?? Namun tidak dengan ku. Aku masih berjibaku dengan kesal ku.
Dan kau pun beranjak, ketika meleh 1 demi 1 bulir yang sedari tadi ingin ku pendam.

Bedebah Kau!!

Pendiam

Sabtu, 23 Maret 2013 0 komentar

Sibuk dengan berjubelnya rutinitas hutan, sampai lupa kalau bulan Maret akan berakhir lagi. Terasa baru saja mnginjakan kaki di tanah merah ini. Dan hampir terlupa tuk menyapa lapak kecil ini.

Hhhmmm, bernegosiasi dengan pemikiran kali ini.
Sepakat kah kamu, kalau orang pendiam itu menakutkan??
Itu hasil pemikiranku, entah menurut pembaca yang mungkin berbaik hati membaca tulisan amburadul ini.

Kenapa ku katakan menakutkan?
Orang pendiam itu susah ditebak, bagaimana tanggapan mereka, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka pikirkan, apa yang mereka tidak suka, apa yang mereka benci, apa yang mereka suka, sesuaikah menurut mereka. Pertanyaan-pertanyaan ini tidak akan mendapatkan Pernyataan dari mereka yang lebih memilih untuk "diam".

Bagaimana  semisalnya, apa yang kita katakan mereka tak suka, mereka tak tanggap. Bagaimana semisalnya, kita melakukan suatu hal, dan ternyata mereka tak menyukainya, mereka tak sepakat, tak sepaham, mereka tak suka, mereka marah akan hal itu, mereka sedih akan hal itu, mereka benci akn hal itu. Dan mereka tetap mendiamkan. Atau cuma berkata "kaga", "iya", "nda apa-apa", "silahkan". Kita tak tahu sebenarnya apa yang ingin mereka utarakan bukan kalau tanggapan yang kita dapat hanya satu kata. Hhmmm, menakutkan :(

Yah, mungkin kita juga dituntut tuk bisa mengerti bahasa tubuh orag lain, tanpa mereka harus bicara (cuma diam dan berekspresi lewat garakan tubuh). Tapi, bukankah labih baik mengkomunikasikannya??
Sebuah kutipan lagu "Tak selamanya,,,diam itu emas".
Waahhhh, kalau yang namanya "diam" itu bisa menghasilkan emas, semua orang akan memilih tuk diam dong, tidak usah capek-capek kerja, toh dengan diam ternyata menghasilkan juga "emas".
Tapi kenyataan hidup manusia, manusia hidup berkelompok, manusia hidup saling membutuhkan satu sama lain. Dan yang dibutuhkan adalah "komunikasi".

Jadi ingat lagu lawes (",)
"Dalamnya lautan itu dapat ku kira,
Dalamnya hatimu, manalah ku tahu,
Gemuruh di langit itu tanda kan hujan,
Gemuruh hatimu, manalah ku tahu,
Cobalah terbuka, jangan di pendam,
Tak selemanya,,,,diam itu emas"
di populerkan oleh Broery M.

Bicaralah, ungkapkanlah, katakan apa yang ingin dikatakan kepada mereka yang harus mendegar apa yang ingin disampaikan, bukan menyimpannya dan membiarkan orang lain hanyut dengan kesalahpahaman.

#hanya ingin menulis tuk sang pendiam yang mungkin lebih ingin membaca.
Marci bien

Published with Blogger-droid v2.0.10

Don't you remember

Senin, 25 Februari 2013 2 komentar

Ingatkah engkau...
Ketika kita berkunjung ke kota kecil di barat indonesia.
Kota yang kita jejakkan kaki penuh suka.
Kota yang katamu "mereka semua seperti punya chip di kepala, ucapan mereka sama"
Sungguh lucu jika mengingatnya.

Ingatkah engkau...
Ketika kita berjalan, bergandeng.
Yang terpikir, aku bagian dari ceritamu kini.
Apa engkau berpikir sama ketika itu?? Ataukah ragamu saja yang bersama dengan diriku, tapi bukan jiwamu.

Ingatkah engkau...
Ketika kita saling mendekap.
Ada tanya yang terlintas tanpa sengaja.
"masihkah kita sama saat hari berganti??"
"masihkah pelukmu sehangat saat esok menjelang??"
"masihkah kita berjalan di jalur yang sama??"
Masih terngiang satu jawaban kongkrit "semua akan sama"
Engkaukah yang menjawab itu, hatimu kah, atau hanya sekejap ucapmu saja??

Hanya bisa memberi senyum.

Published with Blogger-droid v2.0.10

Buku ini Aku Simpan

Senin, 18 Februari 2013 3 komentar

Halaman buku ini belum habis, masih banyak lembaran kosong, sebenarnya aku masih ingin mengisi tiap lembarnya dengan cerita, banyak cerita, bahkan aku ingin menulis banyak cerita walau halaman buku ini habis.
Menulis buku ini, untuk menjadi sebuah dongeng si anak yang bertanya tentang kisah.
Tapi, sepertinya lembaran kosong itu akan tetap kosong. Aku pembuat cerita yang tak berpengalaman, hingga para pemain yang aku punya dalam carita begitu muak dengan cerita yang ku buat. Mereka keluar, keluar dari cerita yang ingin ku tulis, memutuskan berhenti tuk berkisah.
Yah, mungkin karena apa yang ku berikan kepada para pemainku tak sebanding dengan yang diberikan para pembuat cerita yang lain. Aku mengakuinya, aku hanya mencoba memberi para pemainku suatu kebahagian cerita, tanpa sadar kalau yang aku maksud kebahagiaan bukanlah kebahagian buat mereka.
Aku penulis cerita yang payah kata mereka.
Buku ini aku simpan. Mungkin suatu waktu kau menemukannya, dan mungkin kau ingin menuliskan ceritamu sendiri, bukan tentang aku.
Published with Blogger-droid v2.0.10

Hey kamu yang bernama Rassha

0 komentar


Ada apa? Kenapa sekarang kau menatapku seperti ingin menghakimiku.
Apa salah aku tertawa, menurutku patut, aku patut tertawa, toh tak ada aturan yang melarang orang tertawa.
Aku akan jujur padamu, berhentilah menatap seperti itu.
Aku tertawa, menertawakanmu.
Menertawakan kesombonganmu. Kau terlalu sombong dengan prinsipmu. Dan lihat kini, prinsip yang kau kuar-kuarkan dulu. Apa buktinya kini?? Kau malah menghianati prinsipmu sendiri.
Kenapa?? Kenapa sekarang kau menangis??
Apa kau menangisi dirimu atau menangis karena ucapan yang baru saja aku ungkapkan??
Yang aku katakan adalah kejujuran, bukannya dulu kau yang mengajarkannya padaku.
Jadi, apa aku salah menertawakanmu sekarang??
Tidak, tidak!! Jangan mendakwaku dengan tuduhan "Kejam".
Ada yang lebih kejam dari aku, Kau!!
Kenapa?? Kenapa sekarang kau tertunduk??
Apa sekarang kau telah sadar??
Hhhmmm, kau terlalu asik bermain-main hingga kau lupa yang mana lagi serius.
Sudahlah, berhenti menatapku.
Kita sama-sama perempuan, dan engkau tetap temanku.
Published with Blogger-droid v2.0.10

Bahagia itu....

Selasa, 05 Februari 2013 0 komentar


Bahagia itu sederhana, kata kebanyakan orang.
Yah, mungkin, begitu sederhana.
Ketika engkau bisa tersenyum disela tangismu, disela marahmu, bahagia itu kau rasa.
Ketika melihat seorang tersenyum, kau pun bahagia.
Ketika termenung, dan seorang menyapamu dengan senyum, kau pun bahagia.
Ketika engkau masih terbangun pagi ini dan melihat matahari, kau merasa bahagia.
Yah, bahagia itu sederhana, ketika kau bisa mengembangkan senyum dalam situasi apapun yang kau rasakan.
Begitu Agungnya Sang Pengatur rasa, hingga dalam duka, amarah, Dia menyisipkan senyum diantaranya.
Walau kadang kita makhluk-Nya, tak bisa membedakan batas suka dan duka, karena begitu tipisnya batas itu.
Bahagia itu ternyata sederhana.
TUHAN, terima kasih.
#catatan kecil tuk yang bersedih
Published with Blogger-droid v2.0.10

Permainan Rasa

Senin, 28 Januari 2013 0 komentar

Merasa seperti bukan diriku, aku bukanlah aku.
Menjadi orang yang berbeda dengan topeng yang tebal, memerankn peran yang aku pun tak tahu apa.
Aku runtuh, pilar-pilar kekuatanku ambruk, terjangan badai egois meruntuhkannya,
Aku butuh biasa...tuk bisa menjadi lakon dpertunjukkan yang sutradaranya tak biasa berkompromi.
Airmata pun hanya sampai di pelupuk mata, tak mampu ia menunjukkan wujudnya. Buat jiwa makin tak tahu raga
Tuhan sungguh hebat Engkau mengatur perasaan untuk rasa.

Published with Blogger-droid v2.0.10

In silent

Jumat, 11 Januari 2013 1 komentar

Aku menjadi penjelajah dalam otakku sendiri, Bingung dalam kebingungan, ragawi ku tertidur tapi tidak dengan jiwaku
Masih sibuk saja berceloteh ina inu, begitu melelah dalm lelah, tak diam dalam tenang,
Aku diam, jengah dengan diriku yg diam, batinku menolak, namun ranum bibir tak mampu berucap,
Aahh, dan sekali lagi berada di titik entah berantah dalam otakku sendiri, membingungkan dalam bingung, resah yang meresahkan, penat dalam alam bawah sadar yang jengah,
Dan aku, tetap diam dalam bisu, membeku, makin beku dalam dingin ruang yang membeku,
Hinggar bingar mereka, begitu juga otakkku, begitu pogahnya, tetapi bibirku msh saja diam.
Sang Pencipta rasa, Sang Agung yang teragungkan,
Keadaan begitu pogahnya dalam keserakahannya, membuatku tergopoh-gopoh mencari ruang penyamanan.
Hamba-Mu rindu hangat peluk-Mu, selimut hati yang selalu menghangatkan.
#Membatin
Published with Blogger-droid v2.0.10

Cerita hujan hari ini

Sabtu, 05 Januari 2013 1 komentar


Kali ini biarkan aku dengan pemikiranku, dengan diamku,
Aku hanya ingin diam dalam bahasa,
Kali ini biarkan aku menangis,
Biarkan suara tangis ini pecah bersama derasnya suara hujan, dan biarkan airmata ini hayut bersama tetesannya.
Itu akan membuatku lebih baik,
Aku tak ingin marah, aku hanya ingin diam dan menangis saja,
Hingga letih,
Published with Blogger-droid v2.0.9

From "Habibie dan Ainun" Movie

Jumat, 04 Januari 2013 0 komentar

http://ts3.mm.bing.net/th?id=H.5056435757515662&pid=15.1



Assalamualikum warahatullahi wabarakatu.
Tulisan pertama di tahun 2013,,,akhirnya nulis lagi ^___^


Mungkin sebagian besar orang Indonesia telah menonton film ini, dari sudut pandang saya sebagai penonton, ehmm “ni film keren”. Untuk tulisan kali ini, bukan mau membahas tentang filmnya, ataupun memberikan sinopsis dari filmnya untuk orang yang belum nonton. Maaf nih, bukannya pelit kawan, tapi baiknya nonton langsung filmnya, biar bisa dapat feel dari filmnya.
Dari kerennya film ini, ada cerita seru sebelum nonton film ini (kalau menurut saya sih seru yah, tau tuh buat yang lain, hehe). Dan ceritanya.........

Sebenarnya tuh, hari ini tak ada niat buat jalan keluar, maklum, sedikit kesandung yang namanya kurang mood (haddeeeehhhhh), tapi tiba-tiba si papah ngajak buat keluar, tawarannya tuh, jalan ke ATM® terus lngsung ke tempat nonton. Setelah mikir, akhirnya setuju buat pergi (cerita nda terlalu penting).

Ttaaaaddddaaaaa (terbang pake pesawat “baca motor”), akhirnya tiba. Dan, jeng jeng (dengan wajah kaget sambil garuk-garuk kepala) melihat sekumpulan orang yang sudah pada stand di depan gedung. Ini baru pertama kali dalam sejarah nonton film saya yang harus mengantri di depan gedung tempat pemutaran film yang mau di tonton (_ _)7 lebih lama dari biasanya. Gedungnya buka 2.30pm, karcis harus dibeli di hari mau nonton, luarbiasa. Dan kerennya tuh, masih nunggu setengah jam lebih sebelum pintu gedung di buka (_ _)7. Gokilllllll....harus berkeringat-keringat ria menunggu di depan gedung sampai buka. Yang biasanya kalau mau nonton film, cuman datang, antri sebentar, dapat deh tiketnya, kali ini beda T-T. Yups, ini bukan studio21 ataupun XXI, kali ini di (XXXX...dst).

Dan, 15 menit kemudian di depan gedung. Dengan sesak, keringatan dalam antrian yang makin padat, menunggu terbukanya pintu gedung. Merasa diri tuh saat itu, kayak lagi ngantri jatah sembako di kantor kelurahan, GOKIS (Gokil abis). Nambah lagi, dalam kepadatan menjelang menit selanjutnya, tingkat emosi orang yang pada antri bertambah dengan makin banyaknya cucuran keringat. Dikit saja di senggol, waaaahhhh, tabok bisa melayang nih. Dalam keadaan itu tuh, jadi mikir “seru kayaknya, kalau tiba-tiba ada yang teriak ‘API,,,,API,,,’. Terus lagi pada panik kabur gitu, eh, pintunya kebuka, seru kali yah,,hahaha” (menghibur diri biar nda ikut emosi).
Dan akhirnya, pintu gedung terbuka juga walau sebenarnya kurang 10 menit dari jadwal buka. Kebayang kan, banyaknya orang yang antri sedari tadi terus tiba-tiba pintu terbuka. Wwaaaaahhhh, saling dorong antar pemain (nah loh, mang permainan sepak bola (_ _)). Dan lagi lagi, ngantri kawan-kawan (jelaslah). Kalau ada meteran untuk ngukur pas ngantri tadi, kayaknya bisa masuk rekor MURI dengan track rekor “antrian terpanjang untuk nonton 1 studio dalam sehari”. Puuuuaaaannnnjang dong...
Setelah kurang lebih 45 menit ngantri, akhirnya karcis buat nonton dapat juga (klo di pikir-pikir, kayak nonton pertunjukan paan gitu pake karcis,,hahaha). Yups, ini benaran pengalaman baru dalam sejarah nonton saya (dikit lebay), but it’s story for me ^___^

Jadi membayangkan, gimana yah kalau ngantrinya tuh buat dapat jatah makanan di daerah konflik
(_ _) hhmm. Sepertinya akan lebih parah dari antri sembako di kantor kelurahan.

Followers

Blogger templates

 
A Lady Traveler © 2011 | Designed by Interline Cruises, in collaboration with Interline Discounts, Travel Tips and Movie Tickets