Semoga saja bisa lupa

Kamis, 28 November 2013 0 komentar

Bukan sibuk,

Aku sedang memilih Diam,

Diam dalam kosong,

Semoga lupa, sebermula malam bantal yang basah entah sebabnya,

Semoga lupa, lemas badan entah konsumsi apa,

Semoga lupa, tanya yang tak berjawab semuanya,

Semoga lupa, meraka menatap dengan kerut kening tanpa kejap,

Semoga lupa, apa saja,

Bukan sibuk, tapi hanya ingin diam Tuan,

Itu Saja

Published with Blogger-droid v2.0.10

Setelah hujan

Rabu, 27 November 2013 0 komentar



Belum juga kering sisa hujan,

kini basah lagi dengan derai yang berbeda,

Siluet dalam kabut,

tak pernah jelas hingga hilang dan terlupa,


Kemana perginya jejak yang dulu ada,

Hilang, deras hujan sesiang tadi menghapusnya,

menyisakan tanda tanya, harus kemana lagi berjalan?

Sekelabat ingatan tentang tujuan muncul perlahan,

namun mengapa bukan jelas terlihat, makin hablur,

dan kini, harus kemana lagi berjalan?

teruntukmu tujuan yang menghilang dalam derai hujan.




Bu, Bolehkah?

Selasa, 26 November 2013 0 komentar



Bu, Bolehkah aku berkisah padamu?
Tentang bulir-bulir hujan yang bernyanyi sedih,
Kisah mentari yang gugur dalam petang,
Kisah purnama yang diam dalam malam.

Bu, Bolehkah aku bercerita?
Cerita tentang pagi yang berpupur kabut,
Tentang gaduh suara langit senja,
Tentang bintang yang berkejab padamu,
Tentang mimpi dalam bayang Subuh.

Buku kecil ku hampir penuh, sedang sebait dari kisah belum juga ku bacakan padamu,
Dan kini, Aku terdiam dalam malam, memandang waktu kian menjauh.

Bu, ajari aku memahaminya,
Tujuan yang harusnya pasti dalam kepastian tanpa ketegasan yang pasti,
Perbincangan langkah yang semakin kosong,
Perjuangan melewati masa kian terseok dengan prinsip yang memudar,
Memahami waktu yang kian jelas menggerus jejak.

Bu, bolehkah kita berbincang [lagi]?


Bendera Putih

Minggu, 24 November 2013 0 komentar

Ku angkatkan bendara putih untuk tiap Prinsip itu,,
Yang gugur dalam ketidakberdayaan waktu,,,
Yang lebur bersama hujan,,,
Dalam pertempuran drama yang kau susun begitu apiknya,,,
Haruskah aku melawan lagi?
Sedang semuanya binar di kelopak mata,,
Begitu jelas, tanpa kamuflase
Apakah aku harus mengangkat senjata dan berdamai pada tiap kakacauan,
Sedang Panglima perang dengan gagah menoreh tandatangan pemberontakkan,
Kapan kudeta itu dtg,,,kau yg tahu bung!!

Aku hanya prajurit dari komitmen yang kau cetuskan,,
Bung,,katakan kalau aku telah kalah

Published with Blogger-droid v2.0.10

7 years With You

0 komentar

Waktu, kadang engkau begitu kejam pada bumi,
Tak membiarkannya lebih lambat sedikit saja,
Tujuh tahun itu begitu cepat berlalu ketika aku mulai meraba kembali potongan ingatan tentang aku dan mereka dalam kisah yang tak terbayang sebelumnya.
Mungkin ada sebahagian mereka yang mulai berpantomim dalam hati, tentang waktu yang kan terasa lambat dalam kisah drama buatan manusia ketika itu.



Dan waktu, masihkah kau simpan?
Dalam tiap langkah itu, ada makna.
Dalam tiap teriakan itu, ada yakin.
Bahwa drama akan lekas selesai.
Bahwa drama ini akan aku dan mereka mainkan dengan cerita yang indah pada waktu yang dinantikan.



Dan waktu, masihkah kau selipkan?
Dalam perjalanan itu, bebatuan yang menghalang, Ingin kami singkirkan dalam balutan kebersamaan, kekeluargaan, suka cita.
Ada derai yang tertahan namun akhirnya meleleh,
Dan mereka ada memberi pelukan, berbisik lirih pun teriakan
“SEMANGAT!!”




Dan kau waktu, begitu pintar membuat kami tersenyum hari ini, mengenang tiap detail drama itu, tiap detail perjuangan itu, tiap detail langkah itu.

Aku, kamu, kita, pun mereka,
Punya bagian naskah yang tak kalah hebat dari yang lainnya,





“Kita Sang Pemenang, dari satu Ujian yang penuh Perjuangan”
“Kita lah yang Terpilih, menjadi yang Terbaik”








Torehan tinta yang tak seberapa bermakna jika ingin ditukar dengan waktu yang kita lewati bersama.
Kawan, sejauh apapun langkah kaki. Seluas apapun benua.
Sang waktu, tak akan menggerus ingatan bersama kalian.








#moment19November

Dia yang ku kenal dari[Mu]

Sabtu, 16 November 2013 0 komentar


Aku mengenal dia tak begitu lama,
Barjabat dalam malu, senyum penuh tanya,
Dari rautnya, ada binar sabar yang tak terhingga,
Dari senyumnya ada sayang yang tulus,
Aku mengenalnya darimu yang menyayanginya.

Tak lama bersamanya,
Tak lama berbincang dengannya, tentang hal yang sungguh ingin ku tahu,
Tentang ia dan dirimu,

Masih begitu banyak cerita yang ku tahu darinya,
Masih ingin berbincang dengannya,
Masih ingin belajar darinya,

"Bu, beritahu aku cara menghadapinya, dengan bijakmu, dengan sabarmu, dengan kasihmu"
"Bu, bolehkan aku berbincang denganmu walau dalam mimpi saja?"

Dia seorang yang luarbiasa,
Terimakasih telah mengenalkan dia padaku.



Infinitas Rasa [Lelah]

0 komentar

Ada lelah terasa,,,
Berharap kau paham, namun tidak pula,,,
Sekuat apapun usaha,
Selelah apapun berucap,,
Angin pun membawa,,tidak ke telingamu bahkan hatimu,,
Ketegasanmu,,aku butuh,,
Bukan ucapan janji,,tapi butuh jaminan yang pasti,,
Percaya itu menipis,
Jujurmu itu sepersekian detik menghilang,,lenyap,,
Kau ungsikan kemana aku,
Jika pajangan lapuk itu aku, maka buang sja,,

Published with Blogger-droid v2.0.10

Kau yang bertameng

Minggu, 03 November 2013 1 komentar

Apatis kini,
Aku bisa lebih apatis,
Tak peduli dengan segala urusan,omongan,perbuatan,
Hingga jengah mereka,
Lelah sobat,
Bermain dengan sandiwara yang tak ada titik balik,
Yang dimainkan hanya membuat saraf hilang kendali,
Kau tak lelah berbohong?
Tapi sudahlah, semakin liar dan tak terkandali semua omongan,perbuatan,
Pun semakin apatis yang kau dapatkan,sobat.

Yah,kemarin,
Semua kata ku dengar bijak,
Bak pujangga kawakan dalam bertutur kata,
Tapi semakin lama,
Bedebah! Permainan busuk yang terselubung,
Menyerupai domba bertaring musang,
Dan, dengan asiknya bermain di halaman rumah,

Bertarunglah dengan benar,
Jangan kau gunakan senyum manis dan muka yang perlu iba, serta rayuan centil tuk melumpuhkan lawan.
Penghianat!

Mungkin dahulu, lakumu bisa termaafkan,
Barkata A kemudian B, aku mafhum,
Tapi kini,
Ah sudahlah, lakukan saja apa yang menurutmu benar sobat!
Terus saja berada dalam tameng buatanmu,
Karena dengan begitu, semua orang, pun aku,
Tak pernah tahu betapa kejam dirimu.

Published with Blogger-droid v2.0.10

Followers

Blogger templates

 
A Lady Traveler © 2011 | Designed by Interline Cruises, in collaboration with Interline Discounts, Travel Tips and Movie Tickets