Rassha

Senin, 19 Desember 2011 0 komentar


Kawan, engkau berubah dengan cepat,
Kemarin, kau katakan semua takkan berubah, semua akan baik-baik saja,
Hari ini, kau katakan semua tak dalam keadaan baik-baik saja, tak bisa tuk bertahan,
Kemarin, kau katakan “Kau masih bisa fight kawan, kau masih punya sedikit kesempatan”,
Hari ini, kau katakan “Jangan lanjutkan lagi perjuanganmu kawan, Kau harus berhenti”,
Dan hari ini, kau katakan “Tujuan kita telah berbeda kawan”
Aku tak mengerti kawan, sungguh.

Rassha kawanku,
Kemarin, aku menaruh harap padamu,
Hari ini, harap itu entah pergi kemana, akankah bersembunyi di balik kata yang engkau haturkan hari ini,
Tentang harapan yang omong kosong dan hanya sampah,
Apa waktu ini adalah waktu yang tepat tuk berkata ‘Selamat Tinggal’
Entahlah, terasa tak ingin mengucapkannya.

Yang ku pikir,
Aku kan pergi dengan pelukan hangat sebagai tanda perpisahan,
Senyuman manis sebagai salam perpisahan,
Aku salah,
Yang ku dapat ternyata, seuntai kalimat yang buat ku menundukkan kepala,
Yang ku dapat, tatapan kosong tanpa senyuman,
Walau ku coba tuk memberimu senyuman.

Baiklah, tak mengapa,
Benar yang kau katakan, “tak ada tempat tuk penghianat”
Sebanyak apapun mencoba tuk memperbaikinya,
Tetap akan dipandang sama,
Bahkan kata maaf pun, tak punya arti apa-apa.

Rassha,
Aku pergi,
Walau sungguh, tak ingin untuk pergi,
Mencoba tuk menghilang perlahan,
Membawa semua cerita yang takkan ku hapus dari lembar-lembar buku hidupku,
Engkau tetap ada ditiap lembarnya,
Walau mungkin kau akan melupakannya.



Jasmine’

Teman Begadang :)

Senin, 12 Desember 2011 4 komentar

"si Noby dan D'Blue yang setia nemanin begadang tiap hari,,,tetaplah bertahan"

~hujan malam kemarin~

Rabu, 07 Desember 2011 5 komentar

(picture by...)

Suatu malam yang sesaat setelah hujan reda, terdengar binatang malam yang saling bersahutan, mungkin saling bertanyta kabar dan keberadaan mereka, entahlah,,,
Di suatu sudut ruang remang oleh cahaya, terdengar sayup-sayup percakapan, berdialog dengan lembut.

“Ada yang ingin ku kembalikan padamu, mungkin tak pantas lagi buatku tuk tetap menjaganya, terasa tak mampu lagi” terdengar dari suara yang berat.

“Apa yang ingin kau balikkan lagi padaku, tak perlu mengembalikkannya, ku memberinya karena itu pantas untuk engkau miliki” balas suara lembut.

“Maafkan aku, mulai sekarang, simpan semua cerita yang ingin kau ungkapkan pada dirimu sendiri. Kunci dari kotak cerita yang dulu kau berikan padaku, kini aku kembalikan lagi padamu. Tak bermaksud membuatmu sendiri dalam penat, duka, ceria, suka dan tawa. Tapi…” suara berat itu terdiam sejenak.

Sesaat hanya terdengar suara alam yang entah sedang mengirimkan pesan apa.

“Tapi,,,banyak kisah yang kau kisahkan adalah kisah yang tak beraga, tak berbayang, terasa kosong. Dan sampai akhirnya, semua adalah hianat yang kau rangkai menjadi untaian harapan-harapan indah dengan sayap-sayap putihnya.” Suara berat itu terdengar begitu lemah.

“Tapi, katamu kau mw berbagi cerita denganku, tetap mau mendengar kisah-kisah dariku. Tak adakah satu tempat dimana kita masih dapat bertukar cerita yang kita rangkai bersama. Kemudian menyimpannya dalam kotak. Kotak yang dulu telah kita sepakati tuk membukanya bersama. Mengapa?” suara lembut itu terdengar sedih.

“Tahu kah dirimu? Semua cerita itu kini jadi omong kosong semata. Kau telah membuat sayap-sayap itu patah hingga harapan pun ikut menghilang bersamanya. Ku pikir, aku bisa merangkainya kembali, namun ternyata tidak. Aku bukan Garuda yang masih tetap membentangkan sayapnya, walau banyak sakit yang Ia derita. Maafkan aku” dari suara berat.

Hening kembali ruang itu.

“Baiklah, aku tak bisa memaksamu. Jika kisah-kisah itu kini tak ingin kau dengarkan, maka aku kan menyimpan semuanya kini dalam kotak itu. Aku kan melakukannya” suara lembut itu terdengar dengan hisak.

Hujan perlahan menampakkan diri kembali di kebisuan malam. Menemani hati yang penuh tanya dan harap, akan situasi yang ingin dibenahi kembali. Semoga malam tak membawa harap menjauh. Semoga hujan member jawaban akan Tanya.

Jalan-jalan ke Gusung juga dunk..

Senin, 05 Desember 2011 1 komentar

Yosh….setelah lama hanya berkutat di kmpus doang, disibukan dengan kegitan akademik dan laen2. Akhirnya ada kesempatan buat jalan2 lagi. Hehe
Iya sih, tempat yang dituju bukannlah suatu tempat yang jauh. Lumayan dekat dan tidak butuh waktu lma tuk menjejaki kawasannya. Hue
Dari rencana keberangkatan, dah ada 2 hari sebelumnya. Dari pembicaraan lepas dengan kawand2 di sore yang mendung. Pagi keberangkatan, dah bagun cepat sih. tapi kerena masih ragu2 gitu, hehehe
Tidur lagi deh… #Basabasi.com

Langsung ja deh ceritanya.
Barengan ma rombongan yang berjumlah 11org. Berangkatlah kami ke Pulau Gusung. Perjalanan dimulai sekitar pukul 11.00am WITA. Waktu yang cukup molor dari rencana awalnya jam 2 #ngaret.com.
Pulau Gusung merupakan gugusan kepulauan Sulawesi Selatan, akan tetapi pembentukkan pulau ini segaja dibuat oleh manusia. Dimana konstruksi awal dari pulau ini adalah susunan batu yang membentuk bangunan air penahan ombak. Yang lama kelamaan tejadi proses sedimentasi dari koral (terumbu karang) yang telah mengalami pelapukan, kemudian terbawa ombak dan terendapkan menjadi lapisan2 putih pasir halus berkomposisi koral,dkk. Pembentukkan ini pun tak berlangsung dengan begitu cepat, butuh waktu tuk menjadikannya seperti saat ini. Dengan berjalannya waktu, luasan pengendapan pun akan semakin luas. #lebih lanjut Tanya yang lebih ahli.hohohohoho

Perjalanan menuju ke Pulau Gusung, kalau ngukur dengan perjalanan dari daerah Tamalanrea, Makassar tanpa macet, sekitar setengah jam. Bisa diperkirakanlah yah, berapa kilogram,,ups,,kilometer jarak yang ditempuh untuk sampai di pelabuhan yang membawa kita ke pulau. Dari pelabuhan, kita bisa menumpangi kapal dengan muatan 11-12 orang, berbayar Rp.10.000,-/orang (buat pergi pulang). Dengan waktu tempuh ± 15 menit #tanpa macet (_ _”)

Suing suing,,,,tiba juga,,,
Yang buat penasaran ma pulau ni, sampe bela2in dating puanas2 adalah,,info yang terdengar sayup2 tentang keberadaan koral berbentuk hati berwarna putih yg ada di pulau ini. So, pengen liat. Tapi dah muter2 kesana kemari, nda nemu2. (yaiyalah, snorkelingnya dmn koralnya dmn). Tapi beneran ada #kataKAWAN T_T
Bagi yang suka mengahabiskan waktu dengan nyebur2 dilaut, ±100m dari bibir pantai bisa menikmati indah pemandangan bawah laut. Tentunya bawa alat selam dari rumah yah,,,blum ada tempat nyewanya. Huff
Di pulau ni dah ada tempat buat bersantai kok, sebenarnya sih bisa berpanas2 ria klo pada mw mengEksotikkan warna kulit.hehehehe. biaya tempatnya ± Rp.50.000,- (nego.com). sebaiknya pergi kesana sebelum airlaut pada naik ke darat (ngehhhhh…) ato pagi gitu, biar bisa menikmati bawah laut dengan lebih ngejreng. Oups,,,jgn lupa bawa sunblock,,,puanas bo,,,pohon na jarang+kecil baget disana,hehehe
Kebersihan pulau ini, sepertinya perlu pengawasan dri pemerintah,,,dari kita juga,,,biar pulau ni indah dipandang mata, bisa jadi omlet, bisa narik banyak pengunjung luar maksud na,,,
Pengen banyak2 cerita, tapi nnti nda bakal penasaran yg baca pengen kesana,,,sebaiknya yang baca, coba kesana ja yah,,,biar bisa punya cerita juga ^_^

klo bukan kita, spa lagi yang bangga dengan ngeri sendiri ^_^

photo2 narsis
 "di bagian barat pulau, sejumlah tempat berteduh"

"Pelabuhan Makassar diliat dari P.Gusung"

"Menjejaki P.Gusung"

 "jejak-jejak sedimentasi"

"?_?"

"pencarian"



#cata2n perjalan 26112011

Sepenggal cerita di awal Desember

Jumat, 02 Desember 2011 0 komentar

yosh...ada cerita yang terukir diakhir november dan mengawali desember tahun ini. Terukir baik dalam ruang benak, tersimpan baik. Dimulai di ujung malam dan diakhiri dalam gelap malam.
Tampak begitu sepele memangnya, tapi cukup buat berfikir begitu keras. yaps,,,

Terhanyut dalam ngantuk yang luarbiasa, yah,,,malam ini akan begitu panjang. Sebuah pesan buat malam ini terasa mengharubiru. Buat sedikit tubuh ini terasa lunglai. berasa terhenti detak yang berdetuk. buatku terbangun antara sadarku.

"xx Maaf...........
"Makasih.............

Sebuah pesan tuk mewakili pa yang tak lagi mampu ku ucap dengan pengecap.

"Engaku yang terindah kan tetap yang terindah,
 Sepekat apapun warnamu,
 Serapuh apapun pijakmu,
 Penghargaan setingginya tuk semuanya,
 Cuman maaf yang bisa ku ungkap.
 Walau tak bisa mengubah segalanya,
 Tetaplah jadi yang terindah"

Tak mengapa dikatakn lebay.

Malam tampak indah, bintang bertaburan dengan sinarnya yang sempurna. Lorong gelap panjang ini membuat sinar bintang begitu jelas. Jadi saksi tuk perbincangan di ujung malam ini. Menjadi pendengar bisu suara berbisik dari pengecap yang begitu kelu.
Sungguh, telah kubayangkan kesemuanya. Mencoba meyakini bisa melewatinya. Bisa tetap berpijak. Aku salah. Ternyata...
Aku tak bisa berbuat apa-apa.  kini hanya bisa mencoba tuk bangkit lagi, cukup tertatih, tapi aku harus tetap berjalan. Menyusuri jejak-jejak yang entah kemana akan menuju.
Ku harap dy pun mampu tetap berpijak. Maaf atas hianat itu.

Terima kasih tuk kisah yang begitu indah.



ditulis dalam kegalauan,,,huff

Belajar dari...

Kamis, 01 Desember 2011 3 komentar


"Kebersamaan yang menyatukan, jadi pondasi kuatnya keakraban yang mengeratkan kita"

tanpa judul

Rabu, 30 November 2011 1 komentar

Mencoba membuka lembar baru, berbenah diri,
Yang baik akan ada untuk yang terbaik,

impossible

Minggu, 27 November 2011 1 komentar

berjuta perih tak terbendung
menapaki jejak-jejak yang tertinggal
beribu derai tak terelak
terbungkus warna kusam ternoda
tak terhitung untaian yang terbentuk
berjuangan tuk harga yang tak terbayar

bukan ragu dengan semua perjuangan
namun penat dengan semua kemunafikan

semu tuk terlukis
tak wajar tuk merajut kembali benang kusut
dengan semua harapan yang memudar bersama angin

Intelek atau Preman

Rabu, 23 November 2011 0 komentar

Satu kejadian terulang lagi, yang tak penah habis-habisnya jadi pokok pembicaraan seluruh daerah ketika saya, kamu, dan kalian berada di daerah luar dari tempat kita perpijak saat ini.
Sebuah kejadian yang berulang, hampir tiap tahunnya. Entah apa yang jadi pemicu ledakan, entah percikan api darimana pula.
Sebelumnya telah beredar berita, tentang apa yang akan terjadi, tentang penghancuran yang terencana, sebuah kabar angin. Dan ternyata ada pembuktian dari apa yang terdengar. Dan sore yang tenang, dihebohkan dengan kekacauan terencana.
Panik, jelas sungguh dari pihak yang tak tahu menahu tentang pemicu kehebohan. Hanya bisa diam, melihat keganasan dari emosi yang meledak, dari dendam yang ingin terbalaskan.
Kali ini hujan bukan berasal dari lagit penuh awan jenuh uap air, bukan berua jatuhan air yang membasahi tanah kampus merah, bukan. Kali ini hujan berasal dari tangan manusia yang pikirnya diselimuti merahnya dendam dan amarah, kali ini jatuhan berasal dari benda keras buatan tangan manusia maupun hasil transportasi jauh/hancuran material bentukan alam (batu).
Tak terkendali, sungguh frontal.
Yang anehnya, penghenti kehebohan ini adalah air yang jatuh benar-benar dari langit.
Maaf jika harus berkata demikian, ini kenyataan yang terlihat dilapangan.
Dari desas desus yang terdengar diantara ramainya kicauan batu yang menghambur di atap bagunan. Masalah yang menjadi pemicu merupakan masalah yang kerap kali terjadi hampir ditiap tahunnya.
Kalau dipikir-pikir, sebenarnya hal yang dijadikan pemicu ini bisa dibuat jadi sederhana, tidak harus banyak korban, tidak harus banyak kerusakan, tidak harus menggorbankan nama baik yang notabene selama ini sudah jadi perbincangan yang hangat di masyarakat. Boleh dikatakan, perbincangan prestasi dari segi otak bisa diberi acungan jempol. Tetapi, ada ‘tetapi’. Perbincangan tentang prestasi emosi juga luarbiasa hebohnya. Sangat malah.
Pertanyaan yang timbul kemudian, "Yang pada heboh itu para kaum intelektual kan?bukan preman kan?"
Tak bisakah masalah yang ada dipilah-pilah terlebih dahulu, tak bisakah informasi yang didapat difilter terlebih dahulu, sebelum kemudian dilakukan reaksi atas masalah ataupun informasi itu.
Jangan karena Ego yang tinggi, kesombogan atas keagungan nama, terus kemudian menggunakannya secara anarki.
Hei hei, ini Indonesia kan? Yang katanya, dikenal dunia dengan ramah tamahnya.
Gimana mau dipandang ramah tamah, jika orang-orang didalamnya saling menjatuhkan satu sama lain. Saling menghancurkan satu sama lain.
Sebuah ungkapan lama “karena nila setitik, rusak susu sebelanga”
Jangan karena sebagian orang yang mungkin punya kepentingan pribadi, lantas merusak nama besar yang dengan susah payah diperjuangkan.

 'Damai itu indah'

Roaming Lokal

Selasa, 15 November 2011 9 komentar

Senin pagi yang yang indah, memulai hari dengan secangkir hot chocolatte, dengan cahaya matahari yang temaran beri keindahan di senin pagi, iiiinnnnnndddddaaaaahhhhhhnnnnyyyyaaaaa..... \^,^/
punya jadwal yang dah disusun dengan di hari sebelumnya, dengan harapan bakal terlaksana dengan baik tanpa halangan....aaammmmiiiiinnnnn

Dengan cukup antusias pagi hari, bergegaslah saya berangkat tuk jadwal pertama. Ni jadwal dah di planning dari kemarinnya, yang dah terekam baik dalam otak buat di jalankan.
hari sebelumnya:
titut titut,,,,dreng dreng,,,hp berbunyi,,,esemes masuk
'bagi kawan2,,,,kumpul besok,,,,di,,,,jam,,,'balasan
'makasih infonya'
(mba yu,jgn mrah klo salah nama saya ngirim esemes na) (^^,)7
hari seninnya:
cukucuk cukucuk,,,,dengan semangat 45, menuju ke tampat pertemuan....
jreng jreng,,,,
'kok sepi yah,,,,kaga da orang' ('',)7
tinut tinut tinut,,,esemes yang ngasih info,,,
titut titut,,,
'hah,ni bukan X tapi Y,,,mang ada yg namany X????prtemunnya kemarin,,,dengn kptsan.......'esemes
dengan muka kaget luarbinasa,,,,"wwwwwhhhhhhaaaaaaattttttt?????" (_ _")
salah info dong,,,,hedehhhhh

dengan tampang kecewa,,rada kesel,,,berjalanlah kita meninggalkan tempat pertemuan yang dari esemes hari ini #nagisdalamhati

okelah,,,satu jadwal tak sesuai rencana,,,

Seeeellllaaannnjutnya,,,
dah hampir sore, da jadwal kul. juga senin sore. Kejadian paginya dah terlupa. memenuhi tuntutan kawajiban, berjalanlah kita dengan santai, senyum2 ma orang yang dikenal #sokakrab.
cukkucukkucuk,,,,,cukkucukkucuk,,,,
aQ : "bapak yang ngajar ada nda?" #masihsenyum2
X : "wah,wah,,bapaknya nda ada, yang masuk tu k'ZX,,,tuh lagi pada bagi soal buat mid" jawab dengan santai
aQ : "wwwwwhhhhhhhaaaaatttttttttt??????" #superkaget

lari pontang panting (berle bgt kyknya...) ujian dadakan, yang diselenggarakan karena proses desakan (kyknya ni kata2 berlebihan (",)7......)

cukkucukkucuk,,,masuk kelas dengan keringatan,,,hosh hosh
duduk rapi,,sambil colek2 kawand (kurang kerjaan banget yah,,,hehe)
aQ : "tugas dah dikumpul??" masih ngosngosan
Dy : "udah, dari minggu lalu" ngomong dengan santainya
aQ : "wwwwwhhhhhhhhaaaaaaatttttt???????? waktu di esemes tentang tugas, kaga diblz sih???"
Dy : "esemes yg mn,,kaga da"
aQ : (_ _'!)
 
oooookkkkeeeeyyyyyy,,,,,,luarbiasa,,,harapan tinggal harapan. yang pengennya hari senin penuh dengan bunga, ada yang merah dan ada jga yang putih @nah loh,,,kok jadi kayak lagu...
yang terpikir bakal Begitu Indah #versiPADI,,,,tau taunya,,,,,hiks hisk

DOUBLE ATTACK in MONDAY karena jaringan yang nyangkut di pohon,,,


NB:
bagi yang terlibat langsung dalam kejadian di atas, ni adalah curhat semata, kesamaan tokoh, tempat, dan lain-lain, tidak akan tipungut biaya (",)7

Désolé (Maaf)

Kamis, 03 November 2011 2 komentar

Harusnya aku lebih kuat,
Harusnya aku lebih tegar
Harusnya aku tak serapuh ini,
Tapi akhirnya,
Aku terperangkap dalam sedihku sendiri,
Tangisku jatuh bersama airmata dari langit,
Dingin yang menyeruak masuk perlahan-lahan dari belaian angin,
Membuatku merasa makin lemah, maki rapuh,
Di bangku basah ini, semua indera serasa kehilangan fungsinya,
Kebisingan yang mereka ciptakan disekitarku tak mengubah sidikit pun kondisiku,
Aku jadi mati rasa,
Hanya ingin menumpahkan titik-titik dari pelupuk mata ini,
Tersudut dalam ruang tanpa cahaya,
Ahhh, payahnya,
Mengapa bisa seperti ini,
Bersembunyi di balik tembok ketakutan,
Mencoba tetap tersenyum dari sakit yang tak terbendung.


Maafkan aku jika menjadi serapuh ini.

Ada yg tak terlupa

Senin, 31 Oktober 2011 6 komentar

Semua orang punya barang kesayangan, termasuk aku. Sebenarnya, semua barang yang aku punya adalah kesayangan. Sekecil apapun itu, ada sebuah penghargaan di relung hati (kyaknya terlalu berlebihan,,,hehe), baik itu pemberian ataupun beli sendiri, penghargaan itu penting, kan kesemuanya barang-barang itu di beli dengan uang, di pilih dengan rasa suka, diberi dengan rasa kasih sayang. Menjaga dan merawatnya adalah sesuatu yang terasa wajib. Selain itu, bagi yang memberikan kepada kita pasti ada rasa senang tersendiri, jika suatu ketika kita bertemu dan menemukan apa yang diberikannya, yang jangka waktu yang lampau masih indah di pandang mata.
@This is it. My favorite bag. Walau sekarang dah kusam bangat, tapi tetap tangguh menemani kemanapun aku menjelajah. Malah jam terbangnya kalah dengan yang punya, dia dah menjelajah pulau java, borneo, dan Selebes (kadang nemanin kawand, tidak barengan ma diriku T_T). Moga bisa menemani ke pulau-pulau lainnya di indonesia, pokoknya semua tempat yang ingin ku kunjungi selanjutnya. Dibeli dengan uang hasil pengumpulan selama beberapa waktu. Andai bisa bercakap, ku yakin lebih banyak cerita yang dia ungkapkan ketimbang diriku.hahahaha. Cukup fight juga dia, menemaniku, klo bilang setia, dia deh paling paling (lebay.com).


@Next item.hahahahaha. Si Kumal yang Setia ku menamakannya. Kalau dari tampangnya, kayaknya kasihan bangat yah, jadi miris juga lihatnya. Perjuangannya juga tak kalah dengan yang di atas. Dah menjelajah kemana-mana juga. Sepatu pemberian yang harus terbeli karena lapangan yang harus diikuti (kayak terpaka bangat yah), maklum jurusan di Universitas yang ku ambil mengharuskan ke lapangan.
First trip with it, ke wilayah Sulawesi Selatan, Barru. Telah Menemani hujan-hujanan, cebur-ceburan, kotor-kotoran, dan senangnya ketika berada di puncak-puncak yang terjejaki. Sayangnya, kini dah pensiun. The last fieldtrip with it, Lomobattang mountain with Anak Bawah Tangga Crew.

Kadang aku berfikir, terlintas sebentar sih terus melayang,,
Jika bisa menjaga, merawat, melindungi dan kawan2nya, orang2 yang kita sayang, orang2 yang berada di sekitar kita seperti menjaga, merawat, melindungi dan kawand2nya barang2 yang tak hidup. Apa mereka yang hidup juga bisa sesetia barang-barang yang tak hidup?
Yah, melihatnya dari sisi gimana barang tak hidup itu bisa tetap awet, tau sih bakal hancur juga. Sama juga kan dengan makhluk yang hidup, bakal over juga.

Andai makhluk yang hidup bisa setia seperti makhluk yang tak hidup. Yah yah yah,,,,pembanding yang tak masuk akal juga sih. Tapi keren dong jadinya…hahahaha
(maaf klo sedikit ngawur,,,hohoohohohoho)

Ini kesayanganku,,,gimana dengan kalian :)

Dieu,,,

0 komentar

me garder de la vengeance
me garder de se sentir déçus
dieu,
vous savez tout
Je sais, vous allez faire la justice pour moi

A Wise

Kamis, 27 Oktober 2011 6 komentar



Di akhir sebuah mejelis ilmu, seorang pernah berkata kepada kami yang hadir saat itu,
“Mengukur bajumu pada tubuh sendiri”
“Kalau mau menyakiti orang lain, coba dahulu sakiti diri sendiri, sakit atau tidak. Semua tindakan yang ingin dilakukan ke orang lain, coba kita masukkan ke dunia kita sendiri, merasakan tindakan itu. Bayangkan jika kita yang mengalami hal tersebut, apa yang akan kita lakukan untuk perlakuan tersebut?
“Jika diri sendiri saja menolak atas perlakuan yang demikian sakit, bagaimana dengan orang lain yang kita buat sakit juga, pastilah tak nyaman juga bukan?”

Koreksi diri sendiri, sebelum koreksi orang lain,itu intinya :)

Hening Sejenak

Rabu, 26 Oktober 2011 2 komentar


Hari ini dimulai dengan rutinitas seperti hari-hari sebelumnya, tak cukup banyak perubahan yang berarti. Yang berbeda tuk beberapa hari ini adalah melihat seorang dengan tampang yang sedikit gusar, penuh harapan, melakukan persiapa buat masa depannya.
Aku salut pada dirinya, masih bisa tersenyum, dengan banyak hal tak sesuai dengan harapan yang terjadi berurutan. Maaf kawan, tak bisa aku banyak membantumu. Cuma bisa ngasih support, memberi sedikit tawa dan saran. Iya, kadang memang kata-kata tak cukup membantu dalam memberi sedikit perubahan derajat rasa senang di hati. Tapi apa yang bisa aku lakukan. Aku pun tak jauh lebih gusar dari dirimu.
Angin malam ini, lebih dingin terasa membelai perlahan dalam kebisuan. Aku tak mampu berkata-kata, bertanya ataupun sebuah gurauan, ku yakin tak bisa banyak merubahn kondisi hati yang dia alami. Sebaiknya ku tinggal engkau sendiri, bukan maksud tak beri prihatin padamu, tapi tampaknya itu lebih baik. Aku tahu, kesendirian bisa buat hatimu lebih baik. Kadang aku melakukannya dalam gelap, berbicara pada tuhan tentang semua yang terjadi hari ini dan kemarin, tentang hari esok, dan itu buat ku sedikit lebih tenang jika gundah sedang menjalar dalam pikirku.
Aaahhhhh,,,,melihatmu dengan wajah sendu itu buatku ikut puyeng juga. Makin gusar saja hati ini, tugas yang banyak, ujian bentar lagi, tulisan ilmiah yang harusnya ku kerjakan malah ku abaikan secara terang-terangan. Bermain-main dengan tuts-tuts si hitam tuk menuangkan sampah dalam kepala terasa lebih mencuri perhatianku malam ini.
Aaarrrggggrrrhhh,,,,
Sepertinya, malam ini butuh kebisuan tuk melarutkan sedikit penat hati. Butuh keheningan tuk menjernihkan pikiran yang sedang penuh dengan electron amarah. Dengan harapan, esok senyum kembali tuk menyapa pagi bersama mentari.

Followers

Blogger templates

 
A Lady Traveler © 2011 | Designed by Interline Cruises, in collaboration with Interline Discounts, Travel Tips and Movie Tickets