Jingga atau Biru

Rabu, 21 September 2011



(picture from Naomi hare)

Tak mampu tuk berucap,
jika tak mau, takkan memaksa,
Butuh respon dari mata terhadap apa yang dilihat,
bukan hanya memperhatikan, memandang, bengong
terhadap kesibukan yang terjadi.

Bukan mau membandingkan antara golongan,
tapi yang nampak jelas seperti itu adanya.

Jika harus memilih,
akan tetap berwarna orange,
walau ada konsekuensi dari itu,
toh semua pilihan ada konsekuensi,ada resiko.
walau harus dibenci, dipojokkan,
tapi punya respon dan perhatian yang lebih.

Ketimbang harus beridealis biru,
dengan kesombongan atas idealis itu,
tapi tak punya respon dan perhatian dengan apa yang terjadi.



Tak mengapa dikatakn penghianat,
itu lebih baik,
ketimbang jadi sang sombong dan tak berhati.

2 komentar:

  1. ana' Geology mengatakan...:

    emosinya saya bisa tangkap, tapi kita harus sedikit lebih tenang untuk hal yang satu ini

  1. Jasmine mengatakan...:

    mencoba belejar meredam emosi,,,belajar lebih sabar :)

Posting Komentar

Followers

Blogger templates

 
A Lady Traveler © 2011 | Designed by Interline Cruises, in collaboration with Interline Discounts, Travel Tips and Movie Tickets