"kuli dengkul"

Jumat, 23 November 2012 0 komentar

(ini kami_by jasmine71)

Resiko menjadi seorang buruh tambang. Bukan sebuah pilihan buat dijalani, tapi tuntutan tuk tetap hidup dan menghidupi.

Sebuah tanggungjawab tuk mengepulkan asap dapur di rumah.
Bukan hanya semata berburu rupiah, tapi juga tuk memberi senyuman kepada yang tercinta.
Tak ada yg bisa menjamin tentang hari ini, esok. Yang bisa dilakukan hanya tetap menjaga keselamatan diri demi bertemu kembali dengan mereka yang tercinta.
Jauh dari rumah, jauh dari orang-orang yang tercinta.
Namun semua yang dilakukan tuk mereka yang tercinta.

Banyak dari mendeskripsikan "kami" orang yang punya "waaaw" dikarenakan rupiah.
Jangan menilai dengan upah, tapi liat apa yang "kami"lakukan tuk mendapatkan upah.

#catatan kecil dari pulau kecil di Timur Indonesia "311012


Ibukota

Senin, 17 September 2012 4 komentar

(malam di ibukota_by me)

Satu kota di negara ini,
Menyimpan banyak airmata di balik sumringah senyum kemewahannya.
Itu Ibukota Negara kawan,
Satu kota dimana engkau akan sulit menemukan lapangan sepak bola, tempat anak negeri tertawa riang memainkan bolanya.
Itu Ibukota Negara kawan,
Dimana engkau akan sulit melihat langit malam dengan jutaan bintang gemintang yang biasa engkau saksikan di bawah kubah langit malam tempat kelahiranmu.
Itu Ibukota Negara kawan,
Satu kota dimana engkau akan sulit menemukan kicau pagi yang engkau dengarkan di kaki gunung desa.
Satu kota yang penuh dengan kemeriahan suara mesin yang menderu.
Dan itu Ibukota Negara kawand,
Yang menawarkan kemegahan dan rutinitas yang indah ketika engkau membayangkannya tanpa membuka mata.



#catatan kecil dari jalan ibu kota, 30 Agustus 2012

Time

Selasa, 14 Agustus 2012 2 komentar

Ada banyak hal yang dapat menyangkutpautkannya dengan waktu. Saat menulis ini pun aku pun melibatkan waktu.
Semua berjalan dengan waktu. Kemarin, besok, lusa suatu hal yang akan menjadi topik pembicaraan dan saling berkaitan.
Kebanyakan orang, mungkin semua, memberikan pembagian dari waktu yang telah berjalan dari diri orang tersebut. Waktu masih kanak-kanak, beranjak dewasa, dan lain-lain. Jika diumpakan, orang akan memparsialkan waktu dalam kotak-kotak yang terpisah dimana tiap kotak mempunyai waktu dan cerita berbeda.
Dari kotak-kotak waktu tersebut, ada sebahagian yang akan di pamerkan ke khalayak, menjadi suatu hal yang dibanggakan mungkin. Namun, ada sebahagian pula yang ditutup rapat, tak ingin dibuka lagi. Jika dihubungkan antara kotak dan ruang, mungkin kotak waktu yang tak ingin dibuka itu akan tersimpan pada pojok uang yang paling dalam.
Sebahagian orang, mungkin termasuk aku juga. Ingin beberapa kotak waktu itu tak nampak, tak tersentuh lagi, membiarkan kotak waktu itu rapuh di pojok ruang penyimpanan tak terjamah.
Namun, seberapa lama mencoba membuat kotak itu rapuh, itu takkan rapuh.
Ruang penyimpanan begitu baik, temperature dan tekanannya bisa menjaga kotak waktu dengan baik walau suatu saat ruang itu pun akan hancur. Memori otak, tempat penyimpanan yang begitu baik. Seberapa keras mencoba menghilangkan apa yang telah terekam itu takkan berhasil, suatu saat akan kembali mencuat walau dihitung sepersekian detik waktu. Tanpa sadar waktu yang ingin kita abaikan akan kembali menampakkan diri.
Yah, kita tak bisa menghilangkannya. Walau mencoba tuk mengabaikannya, ada memori lain yang tetap menyimpannya dengan rapi bahkan mungkin menaruhnya pada tempat yang begitu istimewa. Kita takkan pernah tahu itu.
Membiarkan waktu itu terus memberi jejak, mengisi tiap kotak kosong yang ada di memori, mungkin indah atau sedih, mencoba memaknainya, memberi arti dari tiap jejaknya, mengambil satu warna tuk mengenangnya.
Dan waktu akan tetap berada pada jalaurnya, tetap berjalan. Dan aku, engkau, kita akan tetap terus berjalan sampai akhir waktu dimana aku, engkau, kita harus berhenti.

Agustus, 10th 2012

(picture by Me_in Pakal Island, Haltim)

Cerita dari pulau timur Indonesia

Rabu, 08 Agustus 2012 0 komentar


Hari kedua di pulau orang, dengan Susana yang sidikit miriplah dengan Kota enrekang, klo mikir gitu jadi kangen ma Makassar.
Nda terasa, hamper 6 taun berada di makassar, bertemu dengan orang2 hebat, orang2 gokil, orang2 keren, orang2 yang sungguh luarbiasa. Yang sungguh dari hati yang paling dalam tak pernah menemui orang2 seperti mereka sebelumnya, tidak mendapatkan keakraban seperti dengan mereka,  tidak menemui solodaritas seperti dengan mereka, mereka begitu luarbiasa, dan aku, tak menyesal mengenal mereka, bergabung dalam komunitas mereka, menjadi bagian dari cerita mereka, D’six. I Love you so muuuuucccchhhhhh.......
 
Berada disini, adalah pengalaman pertama setelah penamatan. Suatu pengalaman yang baru buatku. Berlatar belakang berbeda dan menjalani hal yang berbeda di daerah orang, luarbiasa yah nda nyangkanya.....(leeebbbbaaayyyaaaaa kyknya ini)
Sedikit nyasar sih, awalnya kira gmn kerjaan, ternyata bakal di tempatkan di daerah yang sinyal kurang (yang ada cuman si merah, yang warna lain kaga dong :(, stress ku). Masuk utan lagi, yang bener2 jadi geos disini. Mungkin kebanyakan orang akan bertanya, kenapa cwo mau ngambil resiko kayak gitu, aku kan menjawab "ini telah jadi pilihan sebelumya, dan aku harus menjalani pilihan itu wlo memang dengan banyak resiko, semua pilihan punya resiko kan"
Jadi pengen nyanyi lagu Mars disini, (...lembah, ngarai, bukit dan pesisisr, hutan rimba, sungai dan lautan...) semuanya di babat abis mulai hari senin :)

Pokoknya, tetap semangat, semua hal pernah dilewatin, harus bisa yakin apa yang akan dihadapi akan bisa dilewati juga, nda boleh manja. hue hue
Nda sombong ces, cuman ada kejanggalan sendiri klo bersikap manja :)

Kangen d’six, kangen dengan canda tawa mereka, kegilaan mereka, semua2nya tentang mereka. Dan kini benar2 kerasa, bahwa mereka benar2 orang yang luaarbiasa. Thx d’six,,I’ll miss you so.....

@basecamp in Halmahera Timur

catatan kecil,June, 23 2012 Pulau Buli, Haltim

Followers

Blogger templates

 
A Lady Traveler © 2011 | Designed by Interline Cruises, in collaboration with Interline Discounts, Travel Tips and Movie Tickets