Aku menjadi penjelajah dalam otakku sendiri, Bingung dalam kebingungan, ragawi ku tertidur tapi tidak dengan jiwaku
Masih sibuk saja berceloteh ina inu, begitu melelah dalm lelah, tak diam dalam tenang,
Aku diam, jengah dengan diriku yg diam, batinku menolak, namun ranum bibir tak mampu berucap,
Aahh, dan sekali lagi berada di titik entah berantah dalam otakku sendiri, membingungkan dalam bingung, resah yang meresahkan, penat dalam alam bawah sadar yang jengah,
Dan aku, tetap diam dalam bisu, membeku, makin beku dalam dingin ruang yang membeku,
Hinggar bingar mereka, begitu juga otakkku, begitu pogahnya, tetapi bibirku msh saja diam.
Sang Pencipta rasa, Sang Agung yang teragungkan,
Keadaan begitu pogahnya dalam keserakahannya, membuatku tergopoh-gopoh mencari ruang penyamanan.
Hamba-Mu rindu hangat peluk-Mu, selimut hati yang selalu menghangatkan.
#Membatin
Masih sibuk saja berceloteh ina inu, begitu melelah dalm lelah, tak diam dalam tenang,
Aku diam, jengah dengan diriku yg diam, batinku menolak, namun ranum bibir tak mampu berucap,
Aahh, dan sekali lagi berada di titik entah berantah dalam otakku sendiri, membingungkan dalam bingung, resah yang meresahkan, penat dalam alam bawah sadar yang jengah,
Dan aku, tetap diam dalam bisu, membeku, makin beku dalam dingin ruang yang membeku,
Hinggar bingar mereka, begitu juga otakkku, begitu pogahnya, tetapi bibirku msh saja diam.
Sang Pencipta rasa, Sang Agung yang teragungkan,
Keadaan begitu pogahnya dalam keserakahannya, membuatku tergopoh-gopoh mencari ruang penyamanan.
Hamba-Mu rindu hangat peluk-Mu, selimut hati yang selalu menghangatkan.
#Membatin
Published with Blogger-droid v2.0.10






